Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Danu selalu tahu kapan bahaya mendekat—sebuah bakat yang membuatnya dianggap aneh semasa kuliah di Unas. Saat keenam sahabatnya bersorak menuju Pulau Sembah untuk sebuah reuni eksklusif, Danu justru mencium bau anyir darah yang tajam di tengah laut. Baginya, Villa Winarsih bukan tempat peristirahatan, melainkan perangkap yang menyamar dalam kemewahan kolonial.
Ketegangan memuncak ketika satu per satu temannya mulai terobsesi pada Tanah Merah di belakang villa yang terlarang—tanah yang konon hanya bisa subur jika terus disiram darah segar. Hanya Danu yang mampu melihat bayangan putih yang mengintai di balik pohon kamboja.
Di pulau tanpa sinyal ini, intuisi adalah satu-satunya senjata Danu. Ia harus menyeret teman-temannya keluar sebelum mereka benar-benar "menyembah" kegelapan yang menghuni pulau itu, atau ia sendiri yang akan terkubur dalam genangan darah di balik pohon kamboja.
Sanggupkah Danu dan enam sahabatnya pulang dengan jumlah yang sama, ataukah reuni ini menjadi pertemuan terakhir yang kekal di tengah lautan?