Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Prolog Delapan tahun yang lalu kau meninggalkanku dan putra kita tanpa alasan yang jelas. Kau menghilang, seperti ditelan bumi yang tak berjejak. Hingga kau muncul di hadapanku di saat aku mulai bisa melupakanmu. Dan melanjutkan hidupku. Kau kembali hadir sebagai duri dalam hidupku! Tidak! Aku tak akan membiarkanmu mendekati Raka, putra kita, mungkin ini hukuman yang pantas untukmu atau hanya sebagai pembalasan dendamku karena kau telah meninggal kami berdua. Tapi benarkah? Rasa bencikah yang tersisa di hatiku? Saat aku melihatmu bersama dengan pria lain kecemburuan mulai merasukiku. Dan aku di hadapkan oleh dua pilihan, memilihmu yang menjadi duri dalam hdupku. Meninggalkanku. Dan menaruh luka di hatiku. Atau melepaskan wanita yang tiga tahun ini telah menjadi istriku, mendukungku, dan nggantikan posisimu menjadi ibu bagi Raka. -WISNU KUSUMA- Maaf dan maaf, hanya itu yang bisa terucap dari bibirku untukmu dan putra kita, tapi di saat aku telah kembali, semuanya telah berubah. Tempatku telah tergantikan oleh orang lain. Tapi yang paling mengenaskan adalah, ketika melihat putraku untuk yang pertama kalinya, dan kuhanya bisa diam tak berdaya, aku tak bisa memeluknya, merengkuh-nya, dan mengatan bahwa aku ibunya. Dan ketika semua keluarga Wijaya menentangku, menyuruhku pergi, aku tetap bertahan, untuk Raka, putra kita. Tapi benarkan itu semua hanya untuk Raka? Sedang didalam sudut hatiku, aku membenarkan. Itu bukan hanya untuk putra kita saja, tapi untukmu juga, untuk cinta yang tak pernah terlupakan selama delapan tahun. Dan untuk kenangan yang tak bisa terhapus oleh waktu. Karena dari dulu hingga sekarang, perasaan ini tetap sama, aku mencintaimu, tetap mencintaimu! Kata-kata terkutuk ini keluar dari bibirku, walau kenyataan yang hadir sangat berbeda, dulu kau memang suamiku, tapi sekarang kau suami adikku. -RATNA WIJAYA-