Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Pagi itu, udara di Perumahan Melati terasa sejuk. Burung-burung berkicau di atas pohon mangga yang tumbuh di depan rumah milik Sinta. Sinta, seorang wanita berusia tiga puluh dua tahun, sedang menyiram bunga ketika sebuah mobil hitam berhenti di rumah sebelah. "Sepertinya ada tetangga baru," gumamnya. Tak lama kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobil. Rambutnya panjang, wajahnya bersih, dan senyumnya ramah. "Permisi, Mbak. Saya Maya, tetangga baru di sini," katanya sambil mengulurkan tangan. Sinta tersenyum. "Saya Sinta. Selamat datang di Perumahan Melati." Dari dalam rumah, seorang pria keluar sambil membawa kardus. Tubuhnya tinggi dan wajahnya tampan. "Ini suami saya, Pak Arman," kata Maya. Sinta mengangguk. "Senang bertemu dengan Bapak." Arman membalas dengan senyum hangat. Sejak hari itu, hubungan mereka bertiga menjadi akrab. Bahkan suami Sinta, Budi, juga sering membantu Arman memperbaiki halaman rumah. Namun, ada sesuatu yang membuat Sinta merasa aneh. Setiap malam, ia sering melihat Arman keluar rumah sendirian. Awalnya Sinta tidak terlalu memikirkannya. Sampai suatu malam... Pukul sebelas. Sinta belum bisa tidur karena menunggu suaminya yang sedang lembur. Saat membuka jendela kamar, ia melihat Arman keluar dari rumah dengan pakaian rapi. "Jam segini mau ke mana?" pikirnya. Beberapa menit kemudian, sebuah mobil putih berhenti di ujung jalan. Seorang wanita muda turun dari mobil. Tanpa ragu, Arman menghampirinya. Kemudian... Wanita itu memeluk Arman. Sinta membelalakkan matanya. "Ya Tuhan... siapa wanita itu?" Ia terus memperhatikan dari balik tirai. Tak lama, Arman masuk ke mobil tersebut dan pergi bersama wanita misterius itu. Keesokan paginya, Maya datang ke rumah Sinta sambil membawa kue. "Wah, harum sekali kuenya," kata Sinta. Maya tersenyum. "Kebetulan saya sedang belajar membuat bolu." Saat berbicara, wajah Maya terlihat bahagia. Ia sama sekali tidak tahu apa yang dilihat Sinta semalam. Hati Sinta menjadi tidak tenang. Haruskah ia memberitahu Maya? Atau diam saja? Saat sedang berpikir, tiba-tiba ponsel Maya berbunyi. Nama di layar membuat wajahnya berubah. Suamiku ❤️ Maya tersenyum dan mengangkat telepon. "Iya, Mas... sudah sarapan?" Melihat itu, dada Sinta terasa sesak. Ia tidak tega jika Maya ternyata sedang dibohongi. Namun, ia juga takut salah paham. Malam berikutnya... Sinta kembali melihat Arman keluar rumah. Dan kali ini... Ia memutuskan untuk mengikuti suami tetangganya itu. Tanpa ia sadari, keputusan tersebut akan mengubah hidup semua orang di Perumahan Melati.