Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di dalam kepala Larasati remaja, ia memimpikan pernikahan bak putri raja dengan kehidupan yang bahagia selamanya. Memiliki suami yang mewarisi ketampanan Nabi Yusuf, serta kelembutan hati seperti Nabi Muhammad. Namun naas, realita terkadang bertolak belakang dengan khayalan semu.
Siapa sangka, pernikahan yang diimpikannya bahagia, malah membuatnya berada di dalam kubangan api neraka. Dikerangkeng hingga sulit lepas. Suami yang seharusnya menjadi pelindungnya, justru menjadi alasan utama mengapa kerut di keningnya kian bertambah.
Dimulai pada saat mudik ke rumah orangtua Bagas, di tahun kedua pernikahannya. Kalau boleh meminta, Laras ingin melompati hari itu. Atau kalau bisa, Laras dibuat lupa ingatan saja.
Sakit yang dipendamnya bukan karena dibentak mertua atau dimaki-maki karena dianggap tidak becus menjaga anak. Tapi karena perkataan suaminya, Bagas Satriya, yang membuatnya malu di hadapan keluarga besar.
"Kalau saja orang tua kamu masih hidup, sudah dari dulu aku balikin kamu ke mereka." Begitu kalimatnya.