Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Pengabdian di tanah yang terlalu subur tak hanya menumbuhkan panen, ia juga menumbuhkan rasa yang tak diundang namun tak bisa diabaikan.
Dalam program KKN yang seharusnya sederhana, Raksa datang dengan niat mengabdi dan pulang dengan cukup. Namun ada satu hal yang diam-diam ia bawa selama bertahun-tahun, sebuah suara. Lembut. Hangat. Mengendap di kepalanya seperti bisik angin di sela dedaunan. Ia jatuh hati pada sesuatu yang tak pernah ia lihat, hanya ia dengar, hanya ia rasakan.
Hingga tanah itu mempertemukannya dengan pemilik suara tersebut.
Muara.
Di tengah hari-hari pengabdian, rasa yang tumbuh perlahan menjadi semakin rumit. Karena Muara tidak sendiri. Ada Gladiola, sahabat yang selalu ada di sisinya, yang secara terang-terangan menyimpan rasa pada Raksa. Ia tidak bersembunyi, tidak menahan, dan tidak ragu untuk menunjukkan perasaannya. Kehadirannya menjadi sesuatu yang nyata, kontras dengan perasaan-perasaan lain yang dipilih untuk tetap diam.
Di antara ladang yang terus hidup, tiga hati justru belajar ragu, tentang memilih, tentang kehilangan, dan tentang seberapa jauh mereka berani menghadapi perasaan yang tidak lagi bisa disembunyikan.
Karena tidak semua yang tumbuh ditakdirkan untuk dimiliki, dan tidak semua yang diucapkan berarti akan terbalas.