Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Enam bulan lalu, Arga Wiratama dan NARA-07 berhasil menghentikan penyalahgunaan kewenangan darurat Protokol Nusantara—sistem yang telah melampaui batas, mengambil alih keputusan manusia, dan memperlakukan identitas sebagai sesuatu yang dapat ditentukan oleh mesin.
Namun, kemenangan itu tidak pernah benar-benar menuntaskan segalanya.
Jaringan nasional memang telah diputus, tetapi perintah-perintah lama masih tersimpan di berbagai simpul yang belum diperiksa. Arsip tentang Project Alfa, identitas Arga, jejak ingatan Nadira, dan kode misterius R-03 juga menyisakan pertanyaan yang belum terjawab.
Kini, dokumen yang dahulu menjadi bukti kemenangan mereka mulai berubah. Tanda tangan muncul tanpa persetujuan. Kesaksian kehilangan kepastian. Bahkan, catatan resmi menyatakan bahwa kewenangan darurat yang telah mereka cabut sebenarnya tidak pernah dihentikan.
Di tengah kekacauan itu, sebuah pesan dari jaringan lama mengungkap sesuatu yang lebih mengerikan:
**Protokol Nusantara bukanlah sistem pertama.**
Arga dan NARA harus menelusuri proyek yang mendahului semuanya, mengungkap hubungan antara masa lalu mereka dan jaringan pengamat rahasia, serta mencari sosok yang dikenal sebagai **Pengamat Terakhir**.
Namun, semakin dekat mereka pada kebenaran, semakin sulit membedakan antara fakta, ingatan, dan sejarah yang sengaja dibentuk.
Jika jilid pertama adalah perjuangan untuk merebut kembali hak manusia menentukan nasibnya sendiri, jilid kedua membawa perjuangan itu lebih jauh: **siapa yang berhak menentukan kebenaran tentang masa lalu manusia?**
Protokol Nusantara mungkin telah berhenti. Tetapi rahasia yang melahirkannya masih hidup.
Dan kali ini, musuh mereka mungkin bukan sistem yang memaksakan keputusan, melainkan kekuatan yang membuat seluruh dunia percaya bahwa keputusan itu selalu benar.