Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Jangan terlalu percaya pada laki-laki, Disa. Mereka manis di awal, lalu akan membuangmu layaknya sampah saat menemukan yang baru."
Kalimat itu adalah warisan harian yang ku terima dari Ibu. Sejak perceraian pahit orang tuaku akibat perselingkuhan Ayah, juga pernikahan kedua ibu yang ia sebut jurang kedua, hidupku dipenuhi oleh narasi tentang pengkhianatan dan kekecewaan.
Aku tumbuh menjadi wanita yang mandiri, namun ada kosong di hatiku yang diisi ketakutan. Saat Alam, kekasihku, menawarkan masa depan dan komitmen, aku justru merasa terancam. Bagiku, pernikahan bukanlah pelabuhan, melainkan awal dari sebuah bencana yang tertunda.
Ketakutan itu akhirnya menjadi kenyataan yang ku ciptakan sendiri. Kecurigaan yang berlebihan membuat hubunganku dengan Alam retak hingga akhirnya hancur. Hingga dititik terendah saat fisikku tumbang dan jiwaku hancur, di lorong rumah sakit yang dingin, aku justru menemukan arti dan kebenaran dibalik narasi-narasi ibu selama ini.
Dapatkah aku memutus rantai trauma yang diwariskan ibu? Ataukah aku akan selamanya menjadi tawanan dari masa lalu yang bukan milikku?
*Sebuah novel tentang luka antargenerasi, seni memaafkan, dan perjalanan menemukan bahwa cinta tidak selalu berbicara lewat kata-kata manis, melainkan lewat pengorbanan yang sunyi.*