Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Prasetya Wirawan (Sang Dewa Logika) dan Arini Prameswari (Sang Jenderal Digital) tidak berperang menggunakan piring terbang atau tangisan histeris. Mereka saling menghancurkan menggunakan akses smart home, mutasi rekening tersembunyi, dan algoritma media sosial.
Di mata publik, mereka adalah potret keluarga elit ibu kota yang sempurna. Di balik pintu Blok Mawar, mereka adalah dua predator egois yang saling menyandera karier dan reputasi demi memenangkan trofi perceraian yang paling menguntungkan. Patriarki absolut berbenturan dengan feminisme komersial, dan kehancuran adalah satu-satunya jalan keluar.
Namun, dalam obsesi untuk saling menghancurkan dan meraih kemerdekaan finansial, Prasetya dan Arini melupakan satu hal penting.
Mereka lupa bahwa ketika dua monster sibuk membakar rumah mereka sendiri, selalu ada entitas lain yang duduk diam di sudut ruangan. Mengamati. Mencatat. Menyerap setiap manipulasi dan kebohongan mereka. Dan entitas itu bersiap untuk menunjukkan kepada mereka... siapa predator yang sesungguhnya.
Pernikahan bahagia mereka adalah sebuah ilusi. Namun perceraian bahagia mereka... adalah awal dari mimpi buruk yang tidak pernah mereka perhitungkan.