Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di Aeternum, wujud asli golongan Virel terbaring dalam keadaan tertidur. Sebuah tali menghubungkan tubuh yang diam di atas, dengan diri yang hidup di dalam ilusi permainan di bawah. Di dalam permainan, mereka lupa siapa diri mereka. Terjebak dalam fatamorgana yang terasa nyata, mereka mencintai, membenci, berjuang, dan memilih tanpa menyadari bahwa setiap pikiran dan keputusan menggerakkan tubuh asli mereka di Aeternum.
Ada yang tanpa sadar terus merakit mesin penyiksa yang melilit seluruh tubuh mereka sendiri, perlahan terseret menuju jurang kegelapan. Namun ada juga yang mulai terbangun. . . Kaivan adalah salah satunya. Sejak kecil, ia merasakan bahwa dunia ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Di tengah luka, kehilangan, dan ketidakadilan yang ia saksikan, tumbuh kesadaran yang tidak dimiliki Virel lain, kesadaran yang perlahan membuka tabir ilusi. Dan pada akhirnya, semuanya kembali pada satu pilihan yang tak terlihat: apakah akan terus memperkuat jeratan yang menyiksa diri sendiri, atau bangkit menuju Aeternum melalui kesadaran sejati?
Jika kisah ini terasa familiar, itu karena ia lahir dari refleksi realitas, untuk membantu menjawab segala pertanyaan yang terasa pelik, dibungkus dalam fantasi agar maknanya dapat dipahami lebih luas oleh setiap jiwa yang membacanya.