Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Kisah ini berpusat pada seorang pria sederhana bernamaAbiansyah Kalbu (Bian) seorang buruh bangunan yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Meski hidupnya serba kekurangan, ia memiliki satu tujuan yang paling penting dalam hidupnya: menjaga dan membahagiakan putrinya, yang bernama Airin Yansyah.
Namun kehidupan Bian berubah ketika ia tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk untuk nanti biaya jika Airin sudah sekolah dan kehidupan sehari-hari untuk Airin. Tekanan ekonomi ini perlahan menghancurkan rumah tangganya, hingga istrinya memilih untuk pergi dan menikah dengan pria lain yang lebih mapan.
Sejak saat itu, Bian hidup sendiri dengan luka dan tanggung jawab besar sebagai ayah tunggal.
Di tengah perjuangannya, Airin yang masih kecil harus mengalami masa sulit, hingga suatu hari ia jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dalam kondisi terdesak, Bian tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya perawatan.
Di sinilah muncul Yonet, teman baru Bian di proyek bangunan, yang menjadi satu-satunya harapan Bian. Dengan rasa terpaksa namun penuh tanggung jawab, Bian meminjam uang dari Yonet untuk menyelamatkan Airin.
Sejak saat itu, Bian mulai bekerja lebih keras di proyek bangunan untuk mencicil utang tersebut, sambil tetap berusaha bertahan secara emosional dan fisik demi masa depan anaknya.
Di sisi lain, masa lalu Bian tidak sepenuhnya hilang. Kehadiran orang-orang dari masa lalunya, termasuk konflik rumah tangga yang belum selesai, perlahan mulai kembali membayangi hidupnya.