Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Perempuan tidak benar-benar bisa menikmati peran menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga. Pada akhirnya ia tetap akan memilih."
Dulu, Stela berpikir cinta cukup untuk membuat semuanya terasa ringan. Ia rela meninggalkan banyak hal tanpa merasa kehilangan apa pun.
Di lantai 12 sebuah apartemen, hari-harinya berjalan seperti biasa, berulang, dan nyaris tidak ada sesuatu yang baru. Ia bangun pagi, menyiapkan sarapan, menemani anaknya tumbuh, dan menunggu suaminya pulang.
Nino bukan laki-laki yang jahat. Ia bertanggung jawab penuh pada keluarganya, mencintai keluarga kecilnya, dan tidak pernah sekalipun melarang Stela untuk menjadi apa pun yang ia inginkan.
Tapi setiap harinya Stela merasa perlahan menghilang.
Mengapa di tengah rumah yang hangat , ia justru merasa sendirian?
Sampai sebuah komunitas menulis kecil membuka sesuatu yang selama ini ia kubur terlalu dalam pada dirinya.
Namun menemukan kembali diri yang hilang ternyata tidak sesederhana membalikan telapak tangan.
Karena kadang perempuan tidak kehilangan dirinya dalam sekejap. Ia hilang perlahan, dari cinta yang terlalu besar, dari kebiasaan untuk selalu mengalah, dan dari cahaya yang sengaja ia padamkan agar orang disekelilingnya tatap bersinar.