Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Ketegangan antara dua negara, Sundara dan Varendra, akhirnya berubah menjadi perang terbuka. Sebagai negara adidaya, Sundara melancarkan serangan rudal besar-besaran dan invasi darat untuk menaklukkan Varendra dengan cepat. Namun, pertahanan militer Varendra berhasil menahan serangan tersebut, membuat perang konvensional berujung pada kebuntuan.
Tak mampu menembus pertahanan lawan, Sundara memilih strategi yang lebih halus dan berbahaya: perang informasi. Melalui jaringan buzzer, bot, propaganda digital, hingga teknologi AI dan deepfake, Sundara menyebarkan hoaks dan disinformasi untuk mengguncang stabilitas Varendra dari dalam.
Informasi palsu perlahan memicu kemarahan publik. Demonstrasi besar pecah di berbagai kota, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah runtuh dan negara mulai terpecah oleh konflik internal. Tanpa harus memenangkan pertempuran di medan perang, Sundara akhirnya berhasil menaklukkan Varendra.
Perang Informasi adalah kisah tentang bagaimana kebenaran bisa dipelintir, bagaimana teknologi dapat menjadi senjata paling mematikan dan bagaimana sebuah negara bisa ditaklukkan ketika rakyatnya tidak lagi mampu membedakan fakta dan manipulasi.