Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aku tengah asyik bermain dengan balitaku yang kurang lebih berumur satu tahun. Senyum manis menyapa kalbuku ke yang terdalam. Saat ini berada di kamar saat gadis dulu. Ya pastinya ini kamar favorit, tapi kini berganti kepemilikan menjadi kamar adik perempuaku.
Rasanya sangat tidak adil, kamar yang seharusnya milikku ini tidak diganggu siapapun meski aku sudah pindah rumah, ikut dengan suami. Semua isi kamar berubah sembilan puluh sembilan persen menyisakan stiker dinding. Semuanya di masukkan ke dalam lemari, bajuku tidak luput dipakainya. Ah! ingin sekali aku meluapkan emosiku, tapi aku memilih diam.
Sesekali aku menguap padahal suasana di luar masih sangat terang. Sehingga cahayanya menerobos masuk lewat celah papan jendela. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu luar. Langsung saja kubuka pintu, terlihat seorang lelaki paruh baya menatapku tanpa ekspresi.
"Apa kamu bahagia dengan suamimu?" tegas bapak.
kenapa tiba-tiba bapak bertanya seperti itu padaku? sekejab aku bertanya-tanya dalam hati. Padahal aku tidak pernah menceritakan masalah rumah tanggaku kepadanya. Apa mungkin ia hanya sekedar bertanya?