Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sejak kecil, hidupnya tidak pernah benar-benar memiliki pilihan Ia tumbuh di balik pintu yang selalu terkunci, di antara obat penenang, suara suara berisik di dalam kepala, dan malam-malam panjang yang terasa lebih menakutkan dari kematian. Dunia luar hanya ia kenal lewat jendela digital dan imajinasinya sendiri. Sampai seseorang datang melalui notifikasi.
Seseorang yang membuatnya merasa didengar. Membuatnya percaya bahwa dirinya masih layak dicintai. Meski dingin darinya terasa seperti cahaya kecil di kamar gelap tempat ia hidup terlalu lama. Demi mempertahankan perasaan itu, ia perlahan menjauh dari peraturan keluarga yang seharusnya melindunginya. Namun cinta yang ia genggam ternyata hanyalah permainan.
Ia hanyalah bahan lelucon bagi laki-laki itu dan pacarnya. Dan ketika semuanya berakhir, ibunya pun pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Kini ia hanya hidup bersama kesunyian. Di sebuah kamar rawat inap yang sunyi, ditemani senyum perawat yang terasa palsu dan boneka tanpa wajah yang belum selesai ibu buat untuknya, boneka itu selalu ia peluk setiap malam.
Kadang ia menatap boneka itu terlalu lama. Karena semakin hari, ia merasa dirinya mulai terlihat sama seperti boneka tersebut terasa kosong, diam, dan perlahan kehilangan sinarnya sendiri.