Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Tentang sekolah, mimpi-mimpi kecil, dan keyakinan bahwa semua hal baik akan datang seiring bertambahnya usia.
Sampai perlahan, keadaan mulai mengubah banyak hal tanpa aba-aba.
Rumah yang tadinya terasa hangat mulai dipenuhi kecemasan yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Mimpi terasa semakin jauh untuk disentuh. Dan tanpa sadar, seseorang belajar hidup sambil memikul ketakutan menjadi beban bagi orang-orang yang paling dicintainya.
Dari lorong asrama yang dingin menjelang subuh, perjalanan panjang demi bertahan hidup, ruang kelas kecil yang dipenuhi suara anak-anak, sampai kamar sunyi yang hanya ditemani cahaya lampu dan isi kepala yang terlalu ramai—hari-hari berjalan seperti seseorang yang terus melangkah meski tidak selalu tahu ke mana hidup akan membawanya.
Namun di tengah hidup yang nyaris membuat semuanya runtuh, selalu ada hal-hal kecil yang diam-diam menahan seseorang untuk tetap tinggal.
Pelukan polos dari murid-murid kecil.
Langit sore setelah hari yang melelahkan.
Percakapan sederhana yang terasa seperti rumah.
Dan keberanian untuk perlahan berhenti memusuhi diri sendiri.
‘Not There Yet, But Still Here‘ adalah novel reflektif tentang bertumbuh, kehilangan arah, keluarga, pendidikan, dan perjalanan panjang seseorang yang belajar bahwa pulang tidak selalu tentang tempat. Kadang, pulang adalah tentang akhirnya bisa menerima diri sendiri.