Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Kemiskinan dan hinaan menyeret Hartono ke lembah pesugihan Nyi Blorong. Demi harta dan dendam pada Juragan Sentiko, ia tega mengorbankan putri kecilnya sebagai tumbal pertama. Seketika, roda nasib berputar—Hartono menjadi penguasa pasar dengan harta melimpah ruah. Namun, kekayaan berdarah itu menuntut tumbal demi tumbal. Nyawa warga melayang mengenaskan, sementara rumah megahnya berubah menjadi neraka dingin yang mencekam. Saat kejanggalan gaib kian memuncak, pertengkaran hebat meletus dengan anak sulungnya. Akankah Hartono tersadar sebelum perjanjian iblis merenggut seluruh keluarganya, ataukah dendam akan melumat jiwanya hingga tak tersisa?
Novel ini menawarkan sebuah konfigurasi gotik lokal yang menarik dengan menjadikan pesugihan bukan sekadar perangkat horor, melainkan metafora bagi hasrat manusia yang mengalami deformasi moral. Tokoh Hartono dapat dibaca melalui perspektif Freudian, sebagai subjek yang dikuasai oleh dorongan naluriah, sementara ego dan superego perlahan mengalami keruntuhan di hadapan hasrat akan kekayaan dan dendam. Pengorbanan putrinya memperlihatkan bagaimana thanatos (dorongan menuju destruksi) bekerja secara ekstrem ketika cinta paternal dikalahkan oleh impuls posesif dan agresif. Novel ini ditulis dengan gaya menghibur. Efek seramnya punya bobot namun jelas untuk melancarkan niat narasi dalam menghibur. Tidak ada yang kurang saat saya mendapatkan Nyi Blorong dalam narasi. Kadar horornya dapat dipahami sebagai manifestasi Shadow dalam teks. Jadi, primadonanya adalah sebuah rasa puas. Dan nyatanya, saya puas dengan novel ini.