Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Nadia, mantan wanita karier, mengira kepindahannya ke pinggiran kota Purwokerto akan menjadi healing efektif selama mendampingi dinas lapangan suaminya, Bram, seorang arkeolog. Demi mendapatkan rumah dengan halaman luas yang dekat dengan jalur penelitian Bram, mereka menyewa sebuah paviliun peninggalan pejabat kawedanan.
Keganjilan bermula dari lantai tegel kuning di kolong ranjang mereka yang terus-menerus merembeskan genangan air berbau aneh, bersamaan dengan raga pasutri muda ini yang dihantam teror psikologis-biologis: lonjakan gairah seksual yang teramat liar dan rentetan mimpi gaib Nadia yang bersambung.
Alibi sains Bram bahwa rembesan air itu akibat kerusakan instalasi pipa ledeng besi tahun 1924 patah total, seiring bau aneh yang lambat laun berubah pekat mirip aroma keju kedaluarsa dan muntahan kering.
Melalui mimpi itu, Nadia terlempar ke tahun 1966. Menyaksikan kisah asmara suci seorang guru SD dengan gadis cantik anak carik desa yang dirampas paksa oleh tangan besi kekuasaan sang wedana untuk dijadikan selir, hingga akhirnya mereka dieksekusi senyap karena kedapatan berselingkuh.
Rahasia berdarah puluhan tahun yang dipendam rapat oleh Pak Slamet, mantan abdi dalem wedana, perlahan terbongkar. Lembaran sketsa milik Nadia memaksa masa lalu bangkit menuntut keadilan. Ketika lantai tegel kuning kolong ranjang kemudian amblas, Bram dan timnya terpaksa melakukan ekskavasi. Bukan untuk mencari artefak kuno, melainkan mengangkat sepasang jasad yang menolak membusuk— tertanam di bawah lantai paviliun selama 60 tahun.