Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di Desa Girilingsir, ada satu malam yang paling ditakuti penduduknya: malam Jum'at Kliwon. Malam ketika batas antara dunia manusia dan alam gaib menjadi begitu tipis, dan rahasia kelam yang terkubur selama tujuh windu kembali menuntut korban.
Rafan Bashif menghilang secara misterius pada malam keramat itu. Jejak terakhirnya mengarah ke Alas Singget, hutan larangan yang menyimpan legenda tentang kutukan berdarah dan perjanjian kuno para leluhur.
Aris Bashif, adik Rafan, bertekad menemukan kakaknya. Namun, pencarian itu justru menyeretnya ke dalam teror yang mengguncang kewarasannya. Bisikan dari kegelapan, penampakan mengerikan, mimpi yang terasa nyata, dan sosok-sosok yang menyerupai orang terdekatnya perlahan membuat Aris kehilangan kepercayaan pada apa yang dilihatnya sendiri.
Di balik ketakutan penduduk desa, tersimpan pengkhianatan para tetua yang selama puluhan tahun menjaga rahasia ritual pengorbanan. Kutukan tujuh windu ternyata bukan sekadar cerita rakyat, melainkan perjanjian yang mengikat kehidupan manusia dengan kekuatan gaib penghuni Alas Singget.
Ketika rahasia itu terungkap, Aris harus menghadapi kenyataan bahwa hilangnya Rafan hanyalah awal dari malapetaka yang lebih besar. Di atas altar batu gilang, ritual kuno akan kembali dilaksanakan. Darah harus tertumpah, dan seseorang harus menjadi tumbal agar siklus kutukan tetap berlangsung.