Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
SMA Negeri Bolokotono, alias EsEmBo, sudah lama dikenal seantero kecamatan bukan karena prestasi akademiknya, melainkan karena penghuninya yang bukan cuma manusia. Ada Kuntilanak di toilet lantai dua, Genderuwo di gudang olahraga, Pocong yang suka nongol tiba-tiba, sampai Tuyul pencuri jajanan kantin. Tapi semua itu masih dalam batas wajar sampai suatu sore, Joko, Randi, dan Budi, trio kelas XI-IPA 2 yang lebih terkenal karena kekonyolan daripada nilai rapor, dikepung tiga hantu sekaligus saat disuruh membersihkan laboratorium. Bukannya kabur dan pindah sekolah, Joko justru bersikeras mereka harus mencari tahu kenapa hantu-hantu yang biasanya iseng itu tiba-tiba jadi agresif. Bersama riset nekat Randi dan logistik penuh kerupuk milik Budi, mereka menyusuri legenda urban, mendengar wejangan misterius Pak Slamet si penjaga sekolah, hingga akhirnya nekat menyusup ke ruang bawah tanah tersegel di malam Jumat. Di sana, sebuah rahasia kelam dari zaman kolonial menunggu, sebuah topeng kuno yang membangunkan entitas purba dan mengurung arwah seorang gadis Belanda selama ratusan tahun. Dengan modal cermin saku bergambar kucing, sebuah buku harian berbahasa Belanda, dan keberanian yang lebih sering gemetar daripada gagah, ketiganya harus menghadapi kenyataan bahwa musuh sebenarnya bukan para hantu penghuni sekolah, melainkan sesuatu yang jauh lebih tua dan lebih lapar. Sebuah novel komedi-horor yang membuktikan bahwa terkadang, hantu paling menyeramkan sekalipun cuma butuh seseorang yang mau berhenti lari cukup lama untuk mendengarkan.