Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di antara begitu banyak perempuan yang pernah hadir dalam hidup Raka, hanya Alya yang mampu membuat hatinya benar-benar berlabuh.
Alya bukan sekadar perempuan cantik dengan senyum menawan. Kelembutan, keramahan, dan ketulusan hatinya membuat Raka yakin bahwa dialah perempuan yang ingin dicintainya seumur hidup.
Namun cinta tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Ketika perhatian lelaki lain mulai mengusik hubungan mereka, terlebih saat seseorang dari masa lalu Alya kembali membawa kenangan yang belum sepenuhnya terkubur, Raka mulai dihantui rasa cemburu dan takut kehilangan.
Sementara Alya mencintai Raka, ia tidak ingin cinta berubah menjadi sebuah belenggu.
Hingga sebuah rahasia besar dari masa lalu Alya terungkap dan mengguncang kepercayaan mereka. Di saat hubungan mereka berada di ujung kehancuran, Raka harus memilih: mempertahankan Alya karena rasa memiliki, atau memperjuangkannya dengan kepercayaan, ketulusan, dan cinta yang sesungguhnya.
Sebab mencintai seseorang bukan berarti berhak memilikinya.
Cinta sejati adalah ketika, dari sekian banyak manusia di dunia, hati tetap memilih satu nama—bukan karena terpaksa, melainkan karena ingin berjalan bersamanya hingga akhir.