Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Abdul Mukti itu miskin, rumahnya jelek dan kecil, tapi cita-citanya adalah menjadi Presiden RI, dia sudah berkampanye sejak tahun 2009 sampai sekarang (2026), hampir semua tetangga-tetangganya, teman-temannya bahkan saudara-saudaranya di keluarga besarnya tidak ada yang mendukung. Ejekan atau hinaan sudah menjadi makanan sehari-hari. Bahkan mereka berharap ia berhenti dari bercita-cita menjadi Presiden Republik Indonesia. Banyak orang yang menganggap cita-citanya menjadi Presiden Republik Indonesia tidak mungkin tercapai. Tetapi ia yakin, in sya Allah bisa, malah ia mengajukan pertanyaan mau tidak rakyat memiliki seorang pemimpin atau presiden yang benar-benar berkualitas dalam arti yang seluas-luasnya? Tampilnya capres-capres yang sedang menjabat sebagai gubernur atau menteri atau mantan gubernur atau mantan menteri, bahkan petahana (presiden yang sedang menjabat sekarang) sekalipun tidak membuatnya takut, nyalinya tidak ciut sedikitpun. Dari tahun ke tahun dan dari Pilpres ke Pilpres banyak orang yang mengajukan pertanyaan ke anak-anaknya: "Apakah ayah kamu masih mau nyapres?" Sesuai arahannya anaknya menjawab: "Masih". Ia pun memuji anaknya karena telah menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Baginya tidak ada yang menghentikannya kecuali ia sakit atau meninggal dunia. Hidupnya penuh dengan cobaan dan petualangan. Baginya mencalonkan diri menjadi calon presiden adalah dalam rangka melaksanakan perintah Nabi Muhammad SAW yaitu "Man roa minkum munkaron fal yughoyyiruhuu biyadih" yang artinya "Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya atau kekuasaan." Menurutnya cara yang paling efektif untuk memberantas kemungkaran dan kejahatan dalam arti yang seluas-luasnya adalah hanya dengan menjadi presiden, bukan yang lain, karena panglima TNI dan Kapolri serta para menteri di bawah presiden, tinggal mendidik dan memerintahkan mereka dengan perintah yang benar maka negara akan terselamatkan dari orang-orang yang korup. Akankah perjuangan dan petualangan Abdul Mukti bisa menjadi kenyataan? Apakah cita-citanya akan tercapai? Simak dan baca novel ini dari awal hingga akhir untuk mendapatkan jawabannya.