Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Rumah bukan sekadar dinding dan atap. Tapi, tempat di mana luka ditempa menjadi penerimaan, di mana cinta diuji dan akhirnya dimenangkan. Hanna dan Daffa memulai perjalanan membangun rumah di atas tanah yang diwariskan ayahnya. Namun, di balik dinding yang belum usai, ada cerita lebih besar—tentang seorang ibu yang takut kehilangan, seorang suami yang berjuang mendapatkan restu, dan seorang istri yang berusaha mempertemukan dua dunia yang selama ini terpisah.
Di tengah proses pembangunan yang panjang, cinta, doa, dan air mata bercampur jadi satu. Karena rumah yang sesungguhnya tidak dibangun di atas tanah, tetapi di atas hati yang saling memaafkan.
"Menanti" — bukan tentang menunggu rumah selesai. Tapi, menanti restu, menanti maaf, dan menanti saat ketika semua orang akhirnya bisa pulang.