Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Tentang sebuah memori traumatis lintas generasi akan pembantaian massal tahun 1965. Sosok gadis, ibu, dan nenek bernama Utari menjadi sosok kunci dalam cerita. Utari telah hidup selama sembilan dekade, menjadi saksi hidup negara yang semula masih berupa tanah jajahan hingga menjadi negara kesatuan berdaulat yang dipimpin oleh presiden ke-8. Di balik diam dan sosoknya yang tenang di usianya yang sudah sangat senja, nyaris 100 tahun, ia menyimpan luka trauma luar biasa akan peristiwa tahun 1965. 60 tahun kemudian setelah peristiwa itu, Utari hidup bahagia dengan keluarga besarnya. Ia sudah punya cucu dan cicit. Di masa tuanya itu, Utari hanya tinggal dengan cucu bungsunya, Alif, yang memiliki paras serta kepribadian mirip suaminya. Namun, Alif bekerja di luar kota yang mengharuskannya menyewa sebuah rumah di kota ia bekerja untuk memudahkan mobilitasnya. Untuk membantu aktivitas kesehariannya, Utari dibantu oleh seorang caregiver bernama Rianti, yang memang dipekerjakan oleh keluarga besarnya. Interaksi antara Utari dan Rianti semakin hari semakin akrab seperti nenek dan cucu. Utari juga sempat menyampaikan keinginannya untuk menikahkan Alif dan Rianti. Namun, hal itu urung terjadi. Hingga akhirnya Utari menghembuskan napas terakhir di usia 91 tahun, Alif baru mengetahui rahasia besar tentang kakeknya ketika membaca arsip surat nenek yang sudah disimpan puluhan tahun.