Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Jika sebuah bangunan miring, itu adalah pengkhianatan terhadap kalkulasi, bukan sebuah takdir. Begitu juga dengan imanmu."
Aryan adalah seorang arsitek yang hidup dalam dunia angka, sudut, dan presisi. Baginya, kebenaran haruslah simetris. Namun, ketika ia melihat "Mimbar yang Retak"—di mana kesucian dijual demi kekuasaan dan kasih sayang digantikan dengan taring kebencian—ia menyadari bahwa struktur spiritual dunia sedang berada di ambang keruntuhan.
Ini bukanlah perjalanan ziarah yang tenang. Ini adalah sebuah otopsi.
Dari kegaduhan pasar-pasar yang memperdagangkan "Surga" dalam botol plastik, hingga keheningan biara yang membeku di puncak gunung; dari dinginnya laboratorium genetika yang mencoba membedah kode Sang Pencipta, hingga kesunyian gurun nalar yang hampir menghancurkan kewarasannya. Aryan tidak sedang mencari penghiburan. Ia sedang mencari Arsitek Utama di balik puing-puing dogma yang kontradiktif.
⚠️ PERINGATAN BAGI PEMBACA : Buku ini bukan untuk mereka yang mencari ketenangan semu. Setiap lembarannya adalah ancaman bagi kenyamanan imanmu. Setiap babnya dirancang untuk mengguncang pondasi yang selama ini kamu anggap sebagai kebenaran mutlak.
Persiapkan dirimu untuk menghadapi : • Paradoks Jubah : Mengapa mereka yang paling dekat dengan langit justru yang paling tega menginjak bumi? • Labirin Dogma : Saat teks suci berubah menjadi jeruji besi yang memenjarakan akal. • Gurun Nalar : Titik di mana logikamu akan dipaksa menyerah, atau justru menemukan kemurniannya.
Bacalah dengan hati-hati. Karena setelah kamu melihat retakan itu, kamu tidak akan pernah bisa melihat dunia dengan cara yang sama lagi. Kamu mungkin akan menemukan Tuhan, atau kamu mungkin akan kehilangan dirimu sendiri.
"Aku tidak datang untuk sujud secara buta. Aku datang untuk menagih dengan presisi sebuah kebenaran yang katanya absolut."
Tertanda, Aryan Bratadikara Nb : Catatan penyelidikan