Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Damar Jati meninggalkan desa yang membesarkannya dan melangkah ke Malang, kota yang menjanjikan masa depan sekaligus menyimpan banyak jebakan. Berbekal tekad, beberapa lembar uang pas-pasan, dan buku tua warisan Mbah Sastro, ia memulai perjalanan sebagai mahasiswa yang harus bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan kota.
Di kampus, Damar berkenalan dengan dunia yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: perdebatan ideologi, organisasi mahasiswa, persahabatan, ambisi, dan cinta. Namun semakin jauh ia melangkah, semakin sering ia teringat pesan kakeknya: manusia tidak hancur karena kemiskinan, melainkan ketika lupa pada dirinya sendiri.
Ketika karier mulai terbuka dan kesempatan demi kesempatan datang, Damar dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak selalu hitam dan putih. Uang, jabatan, dan kekuasaan menawarkan jalan pintas yang menggoda. Di saat yang sama, Indonesia bergerak menuju salah satu masa paling bergolak dalam sejarahnya.
Krisis moneter 1997 dan gelombang Reformasi 1998 mengubah kehidupan jutaan orang, termasuk Damar. Di tengah runtuhnya kepastian lama dan lahirnya harapan baru, ia harus menentukan: tetap memegang prinsip yang diwariskan Mbah Sastro, atau ikut hanyut dalam arus zaman.
Matahari Tengah Hari adalah kisah tentang mimpi, cinta, idealisme, dan harga yang harus dibayar untuk tetap setia pada hati nurani.