Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
⚠️ PERINGATAN PEMBACA (TRIGGER WARNING) Cerita ini mengandung unsur kekerasan, adegan pertempuran, trauma masa lalu, dan konflik emosional yang mendalam. Disarankan untuk pembaca yang berusia 18 tahun ke atas. Bijaklah dalam menyikapi setiap adegan yang ada di dalam cerita ini.
Dendam, Darah, dan Sepasang Mata yang Menenangkan.
Arkan Rizky Al-Fayed. Seorang penguasa dunia bawah tanah yang ditakuti dari ujung Eropa hingga Timur Tengah. Berdarah campuran Indonesia, Italia, dan Arab, namanya menjadi simbol kematian dan kekejaman. Bagi semua orang, dia adalah monster tanpa hati yang hidup di antara tumpukan mayat dan uang haram.
Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik kekejamannya itu, tersembunyi luka batin yang membusuk sejak kecil. Trauma akibat siksaan ibunya sendiri membuat Arkan tumbuh membenci seluruh kaum wanita di dunia. Baginya, wanita hanyalah sumber rasa sakit, dan cinta hanyalah sebuah kelemahan yang tidak pantas dimiliki oleh orang sepertinya. Hati dan jiwanya sudah tertutup rapat oleh dinding kebencian yang kokoh selama puluhan tahun.
Sampai takdir membawanya ke tanah Palestina yang sedang berdarah-darah.
Sebuah misi berbahaya membuat Arkan terkapar sekarat di tengah gurun, nyawanya melayang di ujung tanduk. Di saat itulah, dia ditemukan oleh Rania Almira Syakira, seorang dokter muda berdarah Indonesia-Arab yang lahir dan besar di Palestina. Wanita yang selalu menutup wajahnya dengan cadar itu memiliki ketenangan yang tidak wajar di tengah kekacauan perang.
Tanpa mengetahui siapa sosok berbahaya yang sedang ia rawat, Rania menyelamatkan nyawa Arkan. Di balik kain cadarnya, sepasang mata milik Rania memancarkan keteduhan, iman yang teguh, dan ketulusan yang belum pernah Arkan temui seumur hidupnya.
Hanya dengan satu tatapan, dinding kebencian yang dibangun Arkan bertahun-tahun runtuh seketika.
Rania tidak hanya menyembuhkan luka tusuk dan tembak di tubuhnya, tapi perlahan mulai menembus kegelapan dan menyentuh jiwanya yang sudah lama hancur. Arkan yang dulu siap membunuh wanita mana pun yang mendekat, kini mendapati dirinya tidak berani menyakiti atau sekadar menatap tajam wanita bercadar itu.
Bisakah ketulusan hati dan kekuatan iman seorang dokter meluluhkan hati beku sang penguasa mafia? Akankah Arkan rela meninggalkan dunia gelapnya hanya demi satu-satunya cahaya yang pernah datang dalam hidupnya?
"Karena terkadang, peluru tidak bisa menembus hati yang keras, namun sepasang mata yang penuh ketulusan mampu meluluhkannya hingga ke dasar jiwa."