Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Kalau saya jujur dari awal. . . kemungkinan besar kamu bakal mundur." Kalimat itu langsung membuat Aqeela menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengaduk kopi. Ia mengangkat kepala pelan dan menatap pria di depannya. "Sejujur apa memangnya?" tanyanya hati-hati. Pria itu tersenyum tipis, tapi matanya terlihat lelah. "Saya baru batal nikah sebulan lalu. Setelah tujuh tahun pacaran." Hening. Bahkan musik akustik di dalam kafe mendadak terasa terlalu pelan. Aqeela berkedip beberapa kali. "Tunggu. . . jadi Mas datang ke perjodohan ini dalam keadaan habis ditinggal nikah?" "Kurang lebih begitu." Dan anehnya, bukannya pergi, Aqeela malah menerima perjodohan itu dengan senang hati.