Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Ayahku meninggal tujuh hari yang lalu. Selama tujuh malam takziah, tujuh orang menghilang. Anehnya, hanya aku yang masih mengingat mereka pernah ada."
Nadia Prameswari kembali ke Desa Karangwening setelah lima belas tahun meninggalkan kampung halamannya untuk menghadiri pemakaman sang ayah. Di tengah tradisi takziah yang berlangsung selama tujuh malam, ia bertemu seorang lelaki tua yang mengaku sebagai sahabat ayahnya. Sebelum menghilang tanpa jejak, lelaki itu meninggalkan satu kalimat yang mengubah segalanya.
"Ayahmu terlalu lama menyimpan daftar nama."
Sejak malam itu, setiap hari ada seseorang yang lenyap dari kehidupan desa. Bukan hanya menghilang, tetapi juga terhapus dari ingatan semua orang. Foto-foto berubah. Dokumen kehilangan nama. Bahkan masa kecil Nadia mulai terasa asing.
Saat membuka buku harian ayahnya, Nadia menemukan jejak sebuah tragedi yang telah dikubur selama puluhan tahun. Kini ia harus mengungkap kebenaran sebelum dirinya menjadi orang berikutnya yang dilupakan.
Karena di Karangwening, ada dosa yang tidak pernah dikuburkan. Hanya didoakan... sampai semua orang lupa.