Layak Dikenang
Sedang Berlangsung
23 Disukai
Layak Dikenang
QR Code
953
Dibaca
Blurb
If you know you on the right track, if you have inner knowledge, then nobody can turn you off.. no matter what they say." --- Barbara McClintock.


Agaknya kalimat tersebut selalu Anna tanamkan dalam kepala dan juga hatinya. 2017 merupakan awal tahun di mana dia berada dalam fase quarter life crisis dalam hidupnya. Anna berada dalam persimpangan yang membingungkan, dihadapkan pada pilihannya yang sulit. Usianya masih sangat muda waktu itu, 18 tahun. Sebelum pengumuman kelulusan, Anna sudah mendapat tawaran pekerjaan di salah satu vendor perusahaan otomotif terbesar di luar kota, dengan penghasilan yang lumayan besar untuk gadis seusianya. Lantas, apa yang membuatnya harus berada di persimpangan jalan? Adalah kegelisahan hatinya untuk mewujudkan mimpi untuk masuk salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Mimpi yang tak sejalan dengan keinginan orang tua, membuat Anna harus mengalah meski sebenarnya dia tak ingin menyerah. Anna harus merelakan mimpinya berkuliah dengan alasan ketiadaan biaya.
Di tengah kerumitan mencari cara mewujudkan mimpinya, Anna juga harus dihadapkan dengan perasaan yang sebenarnya harus Anna lupakan sejak awal. Terlalu banyak kerumitan dalam hidupnya, jatuh cinta kepada seseorang yang berbeda dan mimpi lama yang tertunda, agaknya masih menjadi sesuatu yang begitu mengganjal di hatinya. Sekalipun kini usianya sudah menginjak 21 tahun, dua hal tersebut tak pernah terlepas di pikirannya. Mungkin jatuh cinta pada seseorang di dunia maya, memang bukanlah hal yang tabu akhir-akhir ini. Namun, apa kalian pernah mencintai seseorang yang kalian temui di dunia maya hingga rasa itu berhasil membantu kalian mewujudkan mimpi?
Tentu saja Anna pernah. Dia bahkan belum pernah bertemu dengan orang itu secara nyata, tapi orang tersebut sudah berperan penting dalam hidup Anna. Di usianya yang menginjak 21 tahun, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan masih sama antusiasnya seperti dulu. 2021 artinya Anna sudah menunda kuliah selama tiga tahun lamanya. Rentang waktu yang cukup lama bukan? Sebentar lagi teman-teman seangkatannya menyelesaikan program Sarjana. Anna merasa begitu ketinggalan kereta di antara rekan-rekannya, dan itu artinya dia akan selesai pada usia 25 atau 26 tahun. Itu pun dengan catatan kalau kuliahnya lancar tanpa ada mata kuliah yang mengulang, dan jika urusan bimbingan skripsi juga baik-baik saja. Belum lagi tentang kekhawatirannya tentang bagaimana dia menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus dan berada di antara teman-teman sekelas yang usianya terpaut tiga tahun di bawahnya. Belum lagi pendapat orang-orang sekitar yang bilang, "Ngapain sekolah lagi? Udah kerja juga. Sekarang waktunya kamu untuk mencari pasangan, apa kamu tidak iri melihat teman-teman seusia kamu yang sudah menikah? Kalau kamu S1 sekarang, kamu akan selesai waktu usiamu menjelang 25 tahun. Di usia segitu, kamu akan kesulitan mencari pasangan. Perempuan mah nggak perlu pendidikan yang tinggi, nanti laki-laki yang mendekatimu akan hilang satu per satu karena mereka tidak percaya diri akibat pendidikanmu yang terlalu tinggi. Lagi pula, di kampung kita itu belum ada tuh perempuan yang bergelar Sarjana dan sukses, setelah kuliah mereka langsung menikah dan punya anak. Ngapain sekolah tingi-tinggi kalau ujungnya nggak ada hubungannya sama aktivitas setelah menikah nanti? Buang-buang duit orang tua saja."
Namun, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan lebih besar dibandingkan dengan ocehan semua orang yang sebenarnya sedang berusaha menjatuhkan dengan sengaja. Ambisinya untuk menjadi seorang guru dan juga rasa cintanya kepada seseorang, membuatnya begitu gigih dalam mengejar mimpi. Meski pada akhirnya mimpi itu harus patah berkali-kali, tapi Anna pun berusaha untuk bangkit dan berlari kembali.
Anna memulai semuanya dengan menulis. Meski pada awalnya dia menulis hanya sekadar coba-coba, kini menulis menjadi salah satu media tempat Anna mencurahkan segalanya. Bukan hanya untuk mewujudkan mimpi, Anna juga ingin tetap memperjuangkan cintanya lewat sebuah tulisan. Dia akan terus berdoa, semoga kelak dipertemukan dengan kebahagiaan tentang segala impian di tengah riuh banyaknya orang yang menjatuhkan. Bagi Anna, tak ada kata terlambat untuk sekolah lagi dan tak ada kata tua untuk menggapai cita-cita.
Tokoh Utama
Almira Fitriana
Keluarga Almira
Brayn Ethaniel Setiawan
Rekomendasi
Drama