Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Emiko, rumah kayu tua di pinggiran Kamakura itu tidak pernah benar-benar menjadi sebuah rumah. Bangunan itu hanyalah labirin dingin tempat ibunya, Michiru, hidup seperti robot yang perfeksionis namun mati rasa. Selama lima belas tahun, Michiru berdiri kokoh bagai pilar es yang membekukan segala bentuk kehangatan dan menolak setiap pelukan dari putri tunggalnya. Hingga suatu hari, sebuah buku harian logam rahasia ditemukan di sudut gudang yang berdebu. Lembar demi lembar catatan masa lalu sang ayah membongkar konspirasi kelam yang selama ini tersembunyi di balik dinding rumah mereka. Ingatan dan emosi ibunya ternyata sengaja dikunci oleh Oblivion-9, sebuah obat eksperimental milik korporasi farmasi raksasa, Luminous Corp, yang menjanjikan kedamaian palsu dengan menghapus seluruh rasa sakit dan trauma. Demi mencairkan es di hati ibunya dan merebut kembali kehangatan rumah yang hilang, Emiko terlempar ke dalam pusaran misteri dan pelarian yang berbahaya. Namun, di ujung perjalanannya, sebuah dilema besar telah menanti: Apakah memulihkan rumah yang hangat sepadan dengan memaksa sang ibu menghadapi kembali duka masa lalu yang paling mengerikan? Sebab terkadang, jalan pulang yang sesungguhnya harus ditempuh melalui labirin ingatan yang paling menyakitkan.