Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Larasati adalah seorang gadis muda yang tumbuh di lingkungan pinggiran kota yang keras. Sejak kecil, ia tidak pernah merasakan kehangatan keluarga yang utuh. Ibunya meninggal saat ia masih bayi, sementara ayahnya pergi meninggalkannya karena tidak sanggup menanggung beban hidup. Ia diasuh oleh neneknya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Untuk bertahan hidup dan membiayai pengobatan neneknya, Larasati terpaksa bekerja di tempat hiburan malam—tempat di mana orang-orang melihatnya hanya sebagai "hiburan", bukan sebagai manusia yang punya perasaan. Bagi dunia luar, ia hanyalah "kupu-kupu malam" yang terbang dari satu cahaya ke cahaya lain, dicemooh, dipandang rendah, dan sering disalahartikan. Padahal, di balik senyum yang ia paksakan dan pakaian yang ia kenakan, tersembunyi hati yang sangat lembut, rindu akan kasih sayang, dan mimpi sederhana: memiliki tempat yang aman untuk pulang, di mana ia diterima apa adanya. Hidupnya berubah ketika ia bertemu dengan Arya, seorang pemuda pendiam yang bekerja sebagai penulis lepas dan sering datang ke tempat ia bekerja hanya untuk mengamati orang-orang dan mencari inspirasi cerita. Arya tidak pernah melihat Larasati seperti orang lain. Ia melihat kesedihan dan ketulusan di mata gadis itu. Pertemuan itu perlahan mengubah jalan hidup keduanya—menjadi perjalanan panjang untuk membebaskan diri dari belenggu masa lalu, melawan pandangan masyarakat, dan membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh tempat mereka bekerja, melainkan oleh isi hati dan niat baik mereka.