Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Seorang ksatria tanpa kompas hanyalah orang buta yang membawa pedang."
Bagi Arya, navigasi adalah segalanya. Namun, kesombongan di perbatasan hutan merenggut kompas militernya, memaksanya tersesat di antara rimbun belukar yang tak tersentuh peta mana pun. Hingga langkahnya terhenti di sebuah rumah hijau misterius milik Vanny—wanita yang ketenangannya jauh lebih menyesakkan daripada medan perang.
Arya menemukan kompas perak kuno terkubur di bawah akar pohon tua. Ia pikir itu adalah jalan pulangnya menuju istana. Namun, setiap kali ia mencoba melangkah pergi, jarum perak itu selalu bergetar dan menunjuk kembali ke arah yang sama.
Di hutan yang tak mengenal kasta, Arya harus memilih: tetap memaksakan logika militernya untuk kembali, atau menyerah pada kompas yang sengaja menyesatkannya untuk menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada kemenangan perang.
"Terkadang, kamu harus kehilangan arah untuk menemukan tempat yang sebenarnya kau sebut sebagai "rumah".