Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Apa jadinya jika gadis yang urakan, berani, dan tak mau diatur justru menjadi incaran satu-satunya pria yang paling ditakuti dan kejam?
Itulah kenyataan pahit yang kini dihadapi Citra Kirana Dewi. Gadis berusia sembilan belas tahun itu tiba-tiba harus melangkah ke pelaminan karena keadaan yang tak bisa ia tolak. Namun sialnya, pria yang kini menjadi suaminya bukanlah orang biasa—melainkan Dzaka Dwi Pradana, penguasa gelap yang berdarah dingin dan penuh ambisi.
"Saya menuntut hak saya," ucap Dzaka tegas tanpa ragu.
Citra mendengus tak terima, "Bukankah pernikahan ini hanya sebuah kontrak? Kalau begitu, aku tak punya kewajiban melayani Om dalam urusan itu!"
Dzaka melangkah mendekat, sorot matanya tajam membelalakkan nyali siapa pun yang menatapnya. "Siapa yang bilang begitu? Dalam hal apa pun—termasuk urusan ranjang—kau harus siap meladeniku."
Di antara perdebatan, ketegangan, dan aturan main dunia gelap yang tak ia pahami, mungkinkah sifat liar Citra mampu meluluhkan hati yang sedingin es itu? Atau justru ia akan terperangkap lebih dalam pada takdir yang tak pernah ia bayangkan?