Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Arunika Senandika tidak sedang mencari cinta. Ia hanya ingin bertahan.
Di usia yang seharusnya membuat hidup terasa lebih mapan, Arunika justru terjebak dalam pernikahan yang melelahkan, keluarga suami yang terus menuntut, dan pekerjaan baru sebagai AR di CV Bina Mataram. Hari-harinya dipenuhi angka, tagihan, dokumen proyek, dan upaya kecil untuk tetap bernapas di tengah hidup yang terasa makin sempit.
Semuanya tidak lagi sama ketika proyek Kilometer 14 mempertemukannya dengan Hadiwan Bratadikara, seorang pria lapangan yang dingin, disiplin, dan terbiasa membuat orang gentar hanya dengan satu tatapan. Bagi Arunika, Hadiwan awalnya hanya nama di kolom persetujuan—seseorang yang bisa membuat tagihan cair atau tertahan.
Namun di antara debu proyek, hujan, dokumen yang bermasalah, dan percakapan yang lebih sering tertahan daripada terucap, keduanya mulai saling melihat terlalu dekat.
Arunika belajar bahwa tidak semua pertolongan terasa lembut. Hadiwan belajar bahwa tidak semua perempuan yang terlihat rapuh bisa dengan mudah dipatahkan.
Dan Kilometer 14 menjadi titik tempat hidup mereka mulai bergeser—pelan, berbahaya, dan tidak mungkin kembali seperti semula.