Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aisha Dania menemukan tujuh puluh tiga sak semen yang mungkin tidak pernah ada.
Sebagai akuntan proyek, Aisha terbiasa mempercayai angka, bukti, dan kolom yang rapi. Sayangnya, hidupnya tidak pernah serapi laporan keuangan. Seluruh kebutuhan rumah bergantung kepadanya, ibunya takut ditinggalkan, dan ayah yang pergi sejak ia kecil tiba-tiba muncul kembali melalui persoalan kepemilikan rumah.
Jagat Pradana adalah kebalikannya. Koordinator lapangan itu mampu memperbaiki pompa, memasak untuk satu regu, menggambar petunjuk kerja, dan membuat orang tertawa pada saat yang paling tidak tepat. Namun di depan ayahnya sendiri, Jagat terlalu lama membiarkan diam disalahartikan sebagai persetujuan.
Pertemuan mereka dimulai dari audit, hujan, dan helm yang terlalu besar. Kedekatan tumbuh tanpa sentuhan: melalui laporan yang dibela, makanan yang dibagi adil, tatapan yang segera dialihkan, dan keputusan untuk menjaga nama baik satu sama lain.
Lalu proyek berhenti. Jagat pulang tanpa pekerjaan. Aisha harus memilih apakah rumah lama akan terus menjadi tempat menunggu seseorang yang tak pernah kembali.
Sebelum angka dapat menjadi rumah, keduanya harus belajar bahwa mencintai keluarga tidak berarti menyerahkan seluruh hidup—dan memilih pasangan tidak harus membuat siapa pun ditinggalkan.