Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Jakarta menjadi kuburan raksasa yang terlalu bising bagi Rian. Programmer lepas ini memilih menepi ke pelosok Bogor setelah nyaris meregang nyawa di ruang ICU akibat Covid-19. Rumah kontrakan terasing menjadi benteng sterilnya. Ia hanya membutuhkan kesunyian total untuk memulihkan endapan rasa sakit dan trauma batinnya yang mendalam.
Namun, ketenangan itu runtuh seketika. Abah Dirman, seorang lelaki tua ringkih, mulai berkeliaran di pekarangan rumah Rian. Langkah kaki sang kakek menyeret pelan sambil menenteng sebilah parang panjang yang berkilat tajam. Ia berdalih sedang menjaga rumah Rian dari gangguan makhluk halus.
Logika Rian menolak keras takhayul absurd pedesaan tersebut. Ia justru mencurigai kehadiran lelaki tua itu sebagai kedok intimidasi komunal untuk merampok seluruh asetnya. Ketua RT mengabaikan laporan bahaya ini. Rian terperangkap sendirian dalam kepungan paranoia yang kian memuncak. Keputusan untuk mengambil tindakan defensif menjadi satu-satunya cara agar kesempatan hidup keduanya tidak direnggut paksa.