Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Ada aroma yang tak bisa dijelaskan—bukan manis, bukan pedas, tapi menghangatkan dada seperti rahasia yang terlalu lama disimpan.
Di sebuah dapur yang tak dikenali waktunya, seorang pria menulis resep yang tak pernah ia cicipi. Seorang perempuan menemukan mayat dengan rempah tersebar di dada, seolah sang korban sedang dibumbui untuk persembahan terakhir. Dan di layar kaca, seorang chef tersenyum, meski tangannya gemetar setiap kali mencium aroma kapulaga.
Semua mencium bau yang sama. Semua mencari rasa yang sama. Tapi tidak satu pun dari mereka tahu... rasa itu berasal dari siapa.
Atau kapan.
Yang mereka tahu: Jika kapulaga kembali tumbuh di tanah berdarah, sebuah hidangan akan disajikan, dan dunia tidak akan sama lagi setelahnya.
Kapulaga menghadirkan pengalaman membaca yang unik melalui perpaduan misteri, horor, dan gastronomi yang erat kaitannya dengan kebudayaan Nusantara, khususnya tradisi rempah sebagai warisan kuliner. Kehadiran tokoh Nareswara Dharma, Briptu Ayara Maheswari, dan Chef Rasyid Almarwa membuat kisah ini terasa semakin menarik dengan sentuhan folklor, ritual, serta simbolisme kapulaga yang menyimpan rahasia kelam. Saya juga melihat potensi kritik postkolonial dalam novel ini, yaitu pandangan yang mengkaji dampak kolonialisme, yakni sistem penguasaan suatu bangsa atau wilayah oleh bangsa lain untuk kepentingan politik, ekonomi, dan budaya, terhadap identitas serta warisan masyarakat. Secara keseluruhan, novel ini memberikan kesan mendalam melalui atmosfer surealis dan simbol budaya yang kuat, sekaligus mengajak saya merenungkan hubungan antara sejarah, tradisi, kekuasaan, dan identitas.