Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Peristiwa itu terjadi suatu ketika saat ia terbang menggunakan pesawat Boeing 737 di ketinggian 3.600 kaki sama dengan 20.973 km di atas permukaan laut dengan kecepatan Mach 0,82 setara dengan 877 km/jam!
Dari Balikpapan menuju Jakarta, ia mengalami peristiwa di mana kedua pilot dari pesawat yang ditumpanginya pingsan. Bukan hanya kedua pilotnya saja, akan tetapi seluruh penumpang dan awak kabin juga pingsan semua!
Hanya dirinya sendiri yang masih sadar di antara semua penumpang. Mau tidak mau harus mengendalikan pesawat Boeing 737 berukuran raksasa ini.
Sementara itu, dirinya hanyalah seorang penumpang pesawat biasa yang tidak pernah mengecap pendidikan sebagai pilot sungguhan.
Tidak cukup sampai di situ, rentetan peristiwa mencekam di dalam pesawat datang silih berganti ketika mencoba mendaratkan pesawat ke tempat tujuan untuk dapat menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kabin yang masih hidup.
Disangka sebagai teroris sengaja mencelakakan seluruh penumpang dan awak kabin termasuk kedua pilotnya. Pesawat akan dijatuhkan ke dasar laut dengan rudal AIM-9 Sidewinder diluncurkan dari dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.
Semua peristiwa mendebarkan penuh dengan adegan di luar nalar akal sehat harus dialami sendiri menggenapi seorang filsuf Ralph Waldo Emerson,