Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sena Aruna tidak pernah belajar cara memilih dirinya sendiri. Hidupnya berjalan sesuai dengan apa yang Ibunya mau. Kampus untuk kuliah, jurusan yang diambil, tempat untuk bekerja, bahkan pasangan hidup. Segala hal yang kelihatannya berjalan baik di hidup Sena, tak pernah luput dari campur tangan Ibunya. Dan walaupun orang-orang melihat ia sangat beruntung dan bahagia. Namun, siapa sangka bahwa hatinya terasa kosong. Ia tidak mengerti bedanya antara keinginan dan kewajiban. Lalu ketika ia mengalami kegagalan pertamanya saat sidang. Dan di perpustakaan yang dia datangi untuk melakukan pelarian, ada seseorang yang memberi ruang tanpa diminta. Kaleo Wira. Mahasiswa DKV di kampus yang sama dengan Sena. Semester sembilan yang hampir menyelesaikan studinya. Tenang, tidak banyak bicara, tapi selalu ada saat dibutuhkan. Orang yang pertama kali membuat Sena bertanya: Apa sebenarnya yang aku inginkan dalam hidup? Masalahnya, Kaleo hampir lulus. Ada kota lain yang menunggunya, pekerjaan impian, dan jarak yang tidak bisa dilipat. Di antara meja perpustakaan, jalan pulang yang sengaja diperpanjang, dan telepon tengah malam Ibu yang tidak menyadari kesalahannya—Sena belajar satu hal yang tidak ada di kurikulum manapun:
Bahwa memenangkan diri sendiri adalah pilihan. Dan pilihan itu hanya bisa dibuat oleh dirinya sendiri.