Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Hasan masih terlalu muda ketika ayahnya menggenggam bahunya di atas kapal yang penuh sesak dan berbisik, "Jaga mereka." Ia tidak tahu bahwa itu adalah perpisahan terakhir. Di tengah perjalanan transmigrasi menuju tanah yang dijanjikan, ayahnya menghilang tanpa jejak—dan sejak saat itu, Hasan tidak pernah benar-benar menjadi anak lagi.
Di tanah asing yang keras dan tidak ramah, ia memikul beban yang tidak pernah ia pilih. Ibunya yang rapuh, adik-adiknya yang lapar, dan seorang kakek yang percaya bahwa hidup tidak harus dilawan, melainkan dijalani dengan iman. Namun Hasan memilih jalan berbeda. Baginya, hidup adalah sesuatu yang harus direbut—dengan tenaga, dengan waktu, dengan seluruh dirinya.
Ia bekerja tanpa henti. Dari fajar hingga malam, dari hujan hingga panas, seolah berhenti berarti kehilangan segalanya. Tapi semakin ia berusaha menjaga keluarganya, semakin ia menjauh dari mereka. Cinta berubah menjadi kewajiban. Kehadiran tergantikan oleh pengorbanan.
Ini adalah kisah tentang janji yang membentuk hidup seorang anak menjadi pria sebelum waktunya. Tentang kerja keras yang lahir dari luka. Dan tentang satu pertanyaan yang perlahan muncul di tengah kelelahan, apakah semua ini benar-benar demi keluarga atau hanya cara Hasan melawan rasa takutnya sendiri?