Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Newton pernah berkata: benda yang diam akan terus diam, sampai ada gaya luar yang menggerakkannya. Tapi... Newton tidak pernah bekerja di divisi akunting.
Benda diam akan tetap diam. Itu adalah prinsip hidup yang dipegang Daffa Kurniawan selama lima tahun, duduk di kubikel yang sama, menyeruput kopi saset yang sama, dan memastikan tidak ada satu pun hal di dunia ini yang cukup penting untuk mengganggu jam kerja dan tidurnya.
Sampai Via masuk ke hidupnya dengan mata polosnya yang selalu berhasil membuat jantungnya berdetak tidak karuan. Sampai Olla muncul kembali dari masa lalunya dengan tawanya yang renyah, yang entah bagaimana terasa seperti satu-satunya tempat di dunia di mana Daffa tidak perlu pura-pura menjadi orang lain.
Dua gravitasi. Dua arah. Satu pria yang tidak mau bergerak ke mana pun. Tapi semesta, rupanya, punya rencana yang jauh lebih rumit, dan jauh lebih berbahaya, dari sekadar urusan hati. Karena di balik kekonyolan sehari-hari seorang jongos ketik bergaji UMR, ada perang yang tidak pernah dia pilih, musuh yang tidak bisa dikalahkan dengan cara biasa, dan sebuah pertanyaan yang paling dia hindari: Untuk siapa kamu bergerak, Daffa, jika bukan untuk dirimu sendiri?
Daffa tidak pernah meminta menjadi pahlawan. Tapi ternyata, ada hal-hal yang jauh lebih mahal dari kopi saset dua ribu perak yang tidak bisa dia biarkan hilang begitu saja. Karena begitulah hukum inersia bekerja, benda yang sudah bergerak, tidak akan pernah bisa kembali diam.