Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Dalam setiap pelajaran memasak, selalu ada tangan yang siap terluka dan lidah yang siap kecewa." Itulah yang dikatakan Ibu Lea ketika Lea mulai memasuki masa remaja dan semakin sering menginjakkan kaki di dapur.
Tapi Lea tak pernah menyangka bahwa dapur itu akan menjadi sumber lukanya dan menjadi tempat yang paling ia hindari di kemudian hari.
Lea berhenti memasak selama lima tahun lamanya sejak kedua orang tuanya meninggal. Setelah itu ia hanya makan sandwich dan sayuran—hidangan tanpa proses, tanpa kenangan, dan tidak pernah mau duduk di meja makan karena takut kesedihan menyelimuti hidupnya lagi.
Semua berubah ketika ia tiba-tiba menemukan sebuah iklan aneh dari seseorang yang mencari jasa orang untuk memasak di dapur rumahnya.
Sejak itu, dari satu rumah ke rumah lain, Lea perlahan membangun kembali hubungannya dengan dapur, menghadapi kehilangan, dan upaya memulihkan dirinya sendiri.