Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Sarah, aroma kayu lapuk di kontrakan sempitnya adalah bau kebebasan. Setelah meninggalkan kemegahan rumah yang penuh teriakan dan air mata, ia bersumpah untuk membangun dunia baru yang hanya dihuni oleh dirinya dan Rio, putra semata wayangnya. Baginya, kerapian kerah baju Rio adalah benteng harga diri, dan setiap rupiah yang ia kumpulkan dari kerja kerasnya adalah investasi agar Rio tak pernah merasa kekurangan.Namun, kedamaian yang dibangun Sarah di atas pondasi kemandirian yang keras itu mulai retak. Ketukan pintu di tengah malam dan sebuah amplop cokelat dari firma hukum membawa kembali bayang-bayang pria yang ingin ia lupakan selamanya. Mantan suaminya kembali dengan tuntutan hak asuh, mengancam akan meruntuhkan "tim dua orang" yang selama ini menjadi satu-satunya alasan Sarah untuk tetap berdiri tegak.Di tengah kepungan rahasia masa lalu yang terancam terbongkar dan pengkhianatan kecil yang tak terduga, Sarah harus memilih: terus mengunci pintu hatinya rapat-rapat sebagai pelindung tunggal, atau membiarkan tembok yang ia bangun runtuh demi masa depan putranya?Sebab di dunia yang kejam ini, apakah cinta seorang ibu benar-benar sudah cukup untuk membangun dunia yang sempurna?