Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Pinjol menagih uangmu. Yang Datang menagih keyakinanmu."
Nisa hanyalah seorang ibu tunggal yang berusaha menyelamatkan nyawa anaknya. Namun, pinjaman darurat tujuh juta rupiah dengan cepat membengkak menjadi tiga puluh empat juta, mengubah hidupnya menjadi neraka. Caci maki, fitnah yang disebar ke tempat kerja, hingga ancaman penculikan dari debt collector memaksanya berdiri di batas keputusasaan. Saat semua pintu bantuan dari manusia tertutup rapat, sebuah amplop cokelat bersudut hangus tiba-tiba muncul di depan pintunya.
Instruksinya sederhana: Tuliskan nama orang yang menyakitimu dan bagaimana ia harus mati.
Gelap mata, Nisa menulis nama sang penagih utang. Keesokan harinya, pria itu tewas mengenaskan. Secara ajaib, seluruh tagihan pinjaman Nisa lunas seketika.
Namun, tidak ada pelunasan yang benar-benar gratis. Entitas gaib bernama "Sang Pelunas" kini menagih bunganya. Nisa ditarik ke dalam sekte gelap Jemaah Abu dan diberi waktu 21 hari untuk menjerat tiga korban putus asa lainnya agar menerima amplop tersebut. Jika gagal, tubuh Nisa sendiri yang akan hangus terbakar dari dalam.
Kini Nisa harus memilih: mempertahankan hidup damai bersama anaknya dengan cara menumbalkan orang lain, atau menantang kekuatan gelap yang telah "menyelamatkan" hidupnya.
Di saat keadilan manusia berjalan terlalu lambat, seberapa jauh kamu rela menggadaikan jiwa demi sebuah pelunasan?