Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di kepala Kiara, masa depan selalu punya satu aroma: bau jaket jins usang dan asap knalpot motor bebek milik lintang. Mereka memulainya dari bangku SMA. Dari zaman uang jajan pas-pasan, hingga sama-sama bertarung menembus macetnya jam pulang kantor di kota yang sama.
Selama bertahun-tahun, Kiara tidak pernah keberatan menjadi tempat reparasi. Menambal atap ego Lintang yang bocor, merawat setiap ragu dan ketakutan finansial cowok itu sebagai anak pertama yang memikul beban keluarga. Kiara selalu percaya pada kata nanti. Dia rela menunggu di garis start sepanjang usia mudanya.
Sampai akhirnya, kata nanti itu kadaluwarsa. Lintang memilih mundur karena lelah merasa gagal sebagai laki-laki.
Namun, satu tahun setelah perpisahan yang Kiara kira demi kebaikan bersama, selembar kertas putih gading mendarat di mejanya. Di sana, nama Lintang tercetak rapi dengan tinta emas, bersanding dengan nama perempuan yang baru dikenalnya beberapa bulan.
Hari itu Kiara baru tersadar; Lintang bukan tidak siap menikah. Lintang hanya tidak siap jika menikahnya harus dengan Kiara.
"Aku yang merawat ragumu, dia yang menuai siapmu."