Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aprillia Sefa, gadis berumur 17 tahun yang kesepian. Ia tak akrab dengan keluarganya, menghindari sekolah, dan hanya menemukan kenyamanan pada anjingnya, Gugu. April selalu merasa ada kepingan masa kecilnya yang hilang dan tak jarang terpikir bahwa itulah penyebab keadaannya sekarang.
Tepat satu bulan setelah ulang tahun ke-17, ia terpaksa mengunjungi kakeknya yang telah hilang dari ingatan orang-orang. April pun kembali ke desa masa kecilnya, lalu memasuki hutan di bukit belakang desa—ke gubuk tua tempat tinggal sang kakek.
Sesampainya di sana, hujan deras tiba-tiba turun bercampur badai, membuatnya harus menetap sementara. Namun, sang kakek tak ada di sana. Padahal, pintu gubuk tidak terkunci. Tungku sedang menyala, memanaskan air. Bahkan secangkir teh di atas meja terlihat baru diseduh.
Betapa terkejutnya April ketika menyadari teh tersebut tak bisa mendingin, dan alih-alih menetap sementara, ia malah menemukan jalan bawah tanah—membawanya ke hutan di mana pohon-pohon dapat bertepuk tangan dan batu tertawa.
April pun harus mencari kakeknya yang hilang di sana agar mereka dapat kembali sebelum terlambat. Karena siapa pun yang terlalu lama di sana, akan dilupakan oleh dunia asal mereka, selamanya.