Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Deandra, 24 tahun, terlihat garang: penuh tato, rambut acak, tatapan dingin yang menyingkap jarak. Tapi di balik penampilannya yang rocker itu, tersimpan satu kegelapan yang tak mau pergi, yaitu philophobia, ketakutan yang melumpuhkan perasaan cinta. Sejak kecil ia selalu dikejar awan hitam yang menggetarkan jiwanya. Semua yang pernah mencoba mendekat — wanita yang ia panggil ibu, adik, dan sahabat-sahabat setianya Abay, Vero, Dimas — hanya mampu memahami dan menemani dari kejauhan. Ketika Deandra memilih terapi, ia berharap lepas dari belenggu itu. Namun, keputusan itu ternyata membuka pintu ke petualangan yang memaksanya untuk menelusuri kembali setiap luka: memori yang saling terkait dan rahasia yang menunggu untuk terungkap. Bersama teman-teman dan keluarga yang ia bentuk sendiri itu, Deandra harus memilih — melarikan diri atau menerima cinta sebagai bagian dari penyembuhan. Dan ketika semesta menuntut pengorbanan terakhir, satu pertanyaan tersisa: apakah hati yang terkunci itu akan luluh? Esensi Cinta adalah kisah tentang trauma, keberanian, dan perjalanan emosional menuju penerimaan diri. Melalui bahasa yang jenaka namun tajam, novel ini mengeksplorasi batas antara cinta dan ketakutan, dan bagaimana keduanya dapat menjadi dua sisi yang saling melengkapi.