Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Enam mahasiswa datang ke Tenggarong membawa surat penelitian, kamera pinjaman, dan urusan tugas akhir yang belum selesai. Mereka ingin belajar langsung dari orang-orang yang merawat budaya Kutai: dari latihan tari dan musik sampai prosesi Erau di lingkungan keraton. Pada pagi pembukaan, sebuah tali tersangkut. Fajar berusaha melepaskannya, Bagas menahan perlengkapan yang bergeser, dan Sekar mengembalikan bagian yang terjatuh. Mereka segera meminta maaf dan melapor. Siang itu, titah Sultan dibacakan, gong dipukul, dan brong dinyalakan. Erau berlangsung meriah. Beberapa hari kemudian, Fajar demam tinggi dan kejang. Tanpa pendamping lokal, kelima temannya bergegas mencari pertolongan. Mereka melihat rumah sakit dengan pintu terbuka, petugas yang sigap, dan ruang tunggu penuh. Seorang petugas membawa Fajar melewati pintu perawatan. Pagi datang. Bangunan itu telah ditinggalkan. Fajar tidak ada. Di tengah pencarian, rekaman pembukaan memperlihatkan bagian kecelakaan yang belum mereka pahami. Cerita tentang batas benua, penghuni Mahakam, Putri Karang Melenu, dan Lembuswana kini menuntut perhatian yang berbeda. Di luar sana, Tenggarong tetap merayakan Erau. Di antara orang-orang yang datang untuk menolong, seseorang terus menawarkan jalan menuju Fajar. Mereka pernah mengikuti orang itu. Di rumah sakit semalam.