Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di tengah derasnya hujan dan kencangnya angin malam, Bree masih senantiasa melakukan kegiatan membacanya sebelum tidur. Namun, tiba-tiba suara tembakan beruntun mengusiknya dari arah taman belakang. Dia sudah tau siapa pelakunya, akan tetapi dia tetap berjalan kearah balkon kamar.
Tatapan Bree membeku melihat Valdoft yang tengah merobek habis perut pria yang dia sewa dari club semalam, Bree tidak habis pikir bahwa Valdoft mampu memperlihatkan kekejamannya itu. Dengan santai, Bree kembali masuk dan memutuskan untuk menyambut Valdoft di ruang tengah.
"Bagaimana Dubai? Apakah menyenangkan?" Sindir Bree seraya memberikan sapu tangan kepada Valdoft di hadapannya.
"Sangat. Tapi lebih menyenangkannya lagi ketika mendapati tikus kecil masuk ke area pribadiku" ucap Valdoft menyinggung Bree seraya membersihkan tangannya dengan sapu tangan.
"Kamu bahkan bisa mengusirnya tanpa harus membunuhnya seperti itu" jawab Bree dengan raut emosi dan nada tinggi.
"Ini rumahku. Aku berhak melakukan apapun. Jadi, kalau kamu tidak suka dengan aturan ku. Kamu bisa pergi dari sini!" tutur Valdoft seraya mencengkeram erat kedua pipi Bree dengan satu tangannya.
"Mommy" panggil seorang anak kecil yang memiliki mata biru dan berambut coklat persis seperti Valdoft versi wanita dari arah tangga.
Mendengar panggilan tersebut, Valdoft lantas melepaskan cengkeraman tangannya pada pipi Bree kemudian berjalan menghampiri Cathlyn anak mereka. Sekali lagi kalau bukan karena kehadiran Cathlyn, mungkin Bree sudah pergi dari hidup Valdoft sejak lama.