Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
E.Y.E.S. Sebuah teknologi yang seharusnya menjadi revolusi terbesar umat manusia. Kacamata yang bisa melihat realitas tersembunyi, membuka portal antar dimensi, dan memberi kekuatan di luar batas logika.
Namun, ketika Krishna tanpa sengaja mengaktifkannya, dunia yang ia kenal mulai runtuh. Sekarang, ia jadi buruan. Konspirasi yang mengintainya jauh lebih besar dari yang bisa ia bayangkan.
Sementara itu, Krish-kakaknya, menyimpan rahasia kelam. Permata Merah yang bersemayam dalam tubuhnya bukan cuma memberinya kekuatan... tapi juga kutukan yang bisa menghancurkan segalanya.
Ditemani Zen, seorang mentor misterius yang kini menyamar sebagai guru olahraga, Krishna harus mencari jawaban sebelum perang antar realitas menghancurkan dunia mereka.
Tapi mereka nggak sendirian dalam perburuan ini. The Queen, Dr. Kenji, dan organisasi rahasia lainnya mengincar E.Y.E.S. Bukan sekadar alat teleportasi-mereka ingin menciptakan senjata pemusnah yang melampaui akal manusia.
Ketika batas antar dimensi mulai retak, Krishna cuma punya dua pilihan: Mengendalikan kekuatannya... atau menjadi alat bagi kehancuran.